KOMUNIKASI KRISIS PT WILMAR BANYUASIN DALAM MEMBANGUN REPUTASI PERUSAHAAN
Indonesia
Keywords:
Komunikasi Krisis, Reputasi Perusahaan, PT Wilmar BanyuasinAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya komunikasi krisis dalam menjaga dan membangun reputasi perusahaan di tengah pesatnya perkembangan informasi pada era digital, salah satunya di PT Wilmar Banyuasin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi krisis PT Wilmar Banyuasin dalam membangun reputasi perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap Humas PT Wilmar Banyuasin. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Situational Crisis Communication Theory (SCCT) dari W. Timothy Coombs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi krisis PT Wilmar Banyuasin dilaksanakan melalui tahapan identifikasi isu, verifikasi informasi, koordinasi internal, penyusunan strategi komunikasi berbasis fakta, serta pemanfaatan berbagai media komunikasi dalam penyampaian informasi kepada publik. Komunikasi krisis juga berperan penting dalam menjaga kepercayaan publik, mengelola opini negatif, memperkuat hubungan dengan pemangku kepentingan, dan memulihkan reputasi perusahaan melalui komunikasi yang berkelanjutan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Studia Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





