Manajemen Isu Dinas Pariwisata Mempertahankan Koherensi Citra Benteng Kuto Besak Di Ruang Digital
Indonesia
Keywords:
Manajemen Isu, Koherensi Citra, Ruang Digital, Benteng Kuto BesakAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen isu yang Dinas Pariwisata mempertahankan koherensi citra destinasi wisata Benteng Kuto Besak (BKB) di ruang digital. Menggunakan model lima tahap manajemen isu Chase dan Jones. Dinas Pariwisata menghadapi tantangan mempertahankan citra positif Benteng Kuto Besak di tengah derasnya informasi media sosial dan platform ulasan digital seperti Google Maps. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Dinas Pariwisata menerapkan strategi manajemen isu Chase dan Jones melalui pemantauan isu, identifikasi isu, analisis isu, perencanaan strategi komunikasi, implementasi tindakan, dan evaluasi. Konsistensi penerapan lima tahapan manajemen isu Chase dan Jones menjadi penting, di mana strategi komunikasi digital pada tahap strategi perlu disinergikan dengan hasil dari upaya teknis pada tahap antisipatif agar sentimen negatif dapat terselesaikan secara tuntas.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Studia Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





